Rekaman CCTV Detik-detik Penembakan Letkol Dono oleh Serda JR, Pelaku Tampak Jelas Acungkan Senjata

Detik-detik Penembakan Letkol Dono oleh Serda JR yang Terekam CCTV - Capture YouTube Apa Kabar Indonesia Siang

tajukonline.com – (27/12/2018) Penembakan Letkol Dono Kuspriyanto yang dilakukan oleh TNI AU Serda JR terekam oleh CCTV yang terpasang di jalan sekitar lokasi penembakan.

Dilansir dari Kabar Siang Tv One, terekam detik-detik Serda JR mengarahkan tembakan ke Letkol Dono.

Bacaan Lainnya

Dalam tayangan tersebut, Serda JR yang mengenakan rompi berjalan menyusuri jalan raya sekitar Jatinegara.

Tak banyak kendaraan yang melintas karena kejadian tersebut terjadi hampir dini hari, Selasa (25/12/2018).

Serda JR mengajungkan senjatanya dengan menggunakan tangan kanan.

Ia juga tak tampak menaiki sepeda motor, melainkan berjalan maju dengan mangujungkan senjata.

Serda JR juga tak menghiraukan sepeda motor yang melintas di depannya dan masih tetap melakukan tembakan ke arah depan.

Arah lokasi tempatnya berjalan pun cukup jauh.

Lihat videonya:

Yuris membeberkan terkait kepemilikan senjata dari Serda JR yang merupakan pelaku penembakan pada TNI AD Letnan Kolonel CPM Dono Kuspiyanto.

Yuris mengatakan Serda JR baru saja memiliki izin kepemilikan senjata, Rabu (26/12/2018).

Izin tersebut diterbitkan TNI AU untuk Serda JR pada November 2018.

“Sudah dilakukan pemeriksaan, Serda JR ini memiliki surat izin penggunaan senjata yang dikeluarkan pada November 2018 ini yang akan berlaku sampai November 2019,” ujar Yuris.

Lalu, Yuris menambahkan sebelum diterbitkan izin penggunaan senjata, Serda JR juga sudah menjalani pemeriksaan psikotest.

Serda JR telah menjalani test tersebut pada Bulan Mei 2018 lalu.

“Salah satu persyaratan juga memegang senjata ini dengan tes psikologi atau psikotest dan sudah dijalani oleh yang bersangkutan pada bulan Mei 2018 dan hasilnya layak untuk memegang senjata” tambahnya.

Untuk itu, pihak TNI AU menegaskan bahwa kasus ini adalah murni kasus personal dan tak ada kaitannya dengan status Serda JR.

“Jadi apabila kejadian tadi malam terjadi kemungkinan yang bersangkutan berada di dalam pengaruh alkohol atau minuman keras. Apapun alasannya tidak bisa dibenarkan,” ujarnya.

“Ini adalah murni kriminal, bukti maupun saksi setelah olah TKP tidak satupun mengindikasikan bahwa ini adalah kejadian yang direncanakan.”

“Mohon tidak ada asumsi yang menyangkutpautkan dengan isu-isu, ini murni kriminal yang dilakukan perorangan yang kebetulan tersangkanya anggota TNI AU,” ujarnya.

Halaman selanjutnya >>>

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.