Terungkap Pelaku Pengedit Video Ma’ruf Amin Berkostum Sinterklas Adalah Guru Ngaji, Keluarga Tak Menyangka dan Meminta Maaf

Foto: Tersangka S (muka ditutup)

tajukonline.com – (28/12/2018) Indonesia lagi-lagi rentan hoaks, kini yang menjadi korbannya adalah calon wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, Ma’ruf Amin. Tersebar video Ma’ruf Amin sedang mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru dengan mengenakan kostum sinterklas atau santa claus.

Video ini tersebar melalui aplikasi perpesanan instan, WhatsApp dengan cepat dan meluas. Beberapa orang merasa resah akan adanya video hoaks ini. Karena pada video aslinya, Ma’ruf Amin menggunakan peci dan kemeja putih yang dipadukan dengan jas hitam.

Bacaan Lainnya
Perbedaan video Ma’ruf Amin setelah dan sebelum di edit, via Google.com

Sampai akhirnya Habib Muannas Alaidid, pengacara dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melaporkan tiga akun yang diduga menyebarkan video editan KH Ma’ruf Amin dengan kostum sinterklas. “Tadi malam, Rabu 26 Desember 2018 sekitar pukul 22:25 saya melaporkan pihak-pihak yang diduga menyebarkan video editan KH Ma’ruf Amin dengan kostum sinterklas, mereka adalah: Agung Suryaman yang diduga menyebarkan di grup WA, kemudian akun facebook atasnama Riski Fanandes dan akun YouTube Islam Peace 212” kata Habib Muannas Aladid yang juga Caleg PSI dari Jabar VII.

Surat laporan pelaku pengedit video Ma’ruf Amin, via Google.com

Pelaku ditangkap

Akhirnya polisi berhasil menangkap sang pelaku, pria berinisial S (31) warga Desa Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Aceh Utara ke Polda Aceh. Pelaku ditangkap di Kecamatan Muara Batu pada 26 Desember 2018 sore. Selain mengedit, polisi menduga pria tersebut juga mengunggah video Ma’ruf Amin berkostum sinterklas.

Pelaku pengedit video Ma’ruf Amin, via Twitter.com

Mirisnya, ternyata si pelaku adalah tokoh pesantren di Aceh Utara. Hal ini diketahui melalui keterangan yang diberikan oleh paman si pelaku. “Dia seorang pengajar di salah satu pesantren di Kecamatan Muara Batu. Selama ini dia kami ketahui tidak berbuat yang macam. Dia juga tidak terlibat dalam politik praktis,” sebut Bahar, paman pelaku saat diwawancara di Mapolres Lhokseumawe.

Bahar menilai keponakannya sehari-hari memiliki kepribadian yang baik. Tersangka hanya fokus mengajar ngaji di pesantren kawasan Muara Batu. “Dia tamatan SMP. Di pesantren, dia sudah ada sekitar 15 tahun. Kesehariannya tidak ke mana-mana. Dia orangnya biasa aja. Kami atas nama keluarga meminta maaf sebesar-besarnya. Nanti, yang bersangkutan juga akan membuat pernyataan permintaan secara pribadi,” tambah Bahar.

Sang paman juga mengaku bahwa keponakannya tidak pernah terlibat kasus politik praktis. Di masa politik saat ini rentan penyebaran kabar hoaks yang menyerang satu sama lain kubu. Tentunya hal ini harus diberantas demi menciptakan suasana politik yang adem dan tidak menimbulkan perpecahan. Para elit politiklah yang harusnya mampu menjadi contoh bagaimana berpolitik yang baik dan damai, bukan malah mencontohkan politik saling cemooh dan sindir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.