Polda Banten Amankan Dua Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Dua pelaku SP (50) dan HS (44) penyalahgunaan narkotika diamankan beserta barangbukti di Saketi, Pandeglang , Minggu (13/01/2019)

tajukonline (15/ 1/2019)- Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Pandeglang  berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu dengan menangkap dua pelaku SP (50) dan HS (44) di Kampung Cimuara RT 04/02 Desa Talaga Sari Kecamatan Saketi Kabupaten Pandeglang , Minggu (13/01/2019) sekira pukul 21.30 WIB.

Dari penyelidikan dan penggeledahan terhadap tersangka SP (50) dan HS (44) petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 bungkus plastik bening berisi narkotika jenis shabu seberat 0.31 gram, seperangkat alat isap (bong), 1 buah korek api warna merah muda , 1 buah hp merek Maxtron type C22 dan Nokia.

Bacaan Lainnya

Kapolda Banten Irjen Pol. Drs. Tomsi Tohir Msi. melalui Kabid Humas AKBP Edy Sumardi P SIK ,Selasa Pagi (15/12/2019) membenarkan atas penangkapan tersangka pidana narkoba jenis Shabu SP (50) dan HS (44) warga Kecamatan Saketi kabupaten Pandeglang, Provinsi banten

Pengungkapan kasus ini berawal Kamis (13/01/2019)  petugas mendapatkan informasi dari warga bahwa di dalam rumah milik saudara SP (50) Kampung Cimuara RT 04/02 Desa Talaga Sari Kecamatan Saketi Kabupaten Pandeglang sering terjadi hal yang mencurigakan. Selanjutnya anggota tim Oopsnal Sat Resnarkoba Polres Pandeglang  melakukan penyelidikan dan saat penggeledahan di dalam rumah diamankan  SP (50) dan HS (44) dan barang bukti 1 bungkus plastik bening berisi narkotika jenis shabu seberat 0.31 gram, seperangkat alat isap (bong), 1 buah korek api warna merah muda , 1 buah hp merek Maxtron type C22 dan Nokia.

“Saat ini tersangka bersama barang bukti kita amankan ke kantor Sat Resnarkoba Polres Pandeglang guna penyidikan lebih lanjut.,” Ujar Kabid Humas Polda Banten,  Selasa (15/01/2019)

“Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman, dipidana denganpidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah),” terang AKBP Edy Sumardi.

Para pelaku dapat dijerat pasal 114 ayat 2 dan 111 ayat 2 KUHP UU RI No. 35 tahun 2009.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *