Bagaimana Teknik Hypnowriting Mempengaruhi Croc Brain via Media Sosial ?

Banyak diantara kita yang tidak menyadari jika sebagian terbesar status-status atau meme-meme di media sosial yang menimbulkan kontroversi, memang didesain secara khusus untuk memicu perdebatan, percekcokan, silang sengkarut orang ramai.

Targetnya menggali segregasi sosial berdasarkan kelompok; membangun dan mengentalkan sikap ingroup-outgroup dalam masyarakat.

Bacaan Lainnya

Tujuan akhirnya?

Menciptakan kelompok pendukung politik yang fanatik, pemarah dan kebal terhadap data dan fakta yang disodorkan kepadanya.

Kok bisa?

Bisa saja…, bisa sekali.

Dengan cara bagaimana? Menggunakan teknik hypnowriting.

Bagaimana saya bisa bicara demikian? Karena saya mengetahui teknik tersebut, menguasainya dengan baik dan sudah lama menggunakannya untuk keperluan wawancara investigasi.

-000-

Pertanyaan berikutnya, siapa orang-orang yang menggunakan teknik hypnowriting di atas?

Para cyber army kedua kubu politik yang bersaing, baik di kubu pemerintah maupun oposisi. Mereka bisa relawan (semisal Muslim Cyber Army) bisa pula orang profesional, tentara cyber sewaan, cyber mercenaries.

Apa yang disasar?

Croc brain manusia, dimana security/insecurity feeling berada. Kedua jenis perasaan tersebut adalah basic instinct, landasan spirit survival manusia.

Cara menguliknya bagaimana?

Dengan mendesain narasi-narasi dan gambar-gambar yang disisipi pesan subliminal, yakni pesan tersembunyi. Pesan yang tidak akan ditangkap oleh neo cortex dimana pikiran kritis dan logika berada, namun langsung menusuk ke croc brain.

Contoh nyata : Apa target menggembar-gemborkan isu 10 juta naker Cina masuk ke Indonesia?

Rasa takut kehilangan pekerjaan, rasa takut tidak kebagian lapangan kerja, rasa takut menganggur.

Konsekuensinya? Reaksi primitif pun akan langsung terpicu pada saat croc brain merasa terancam : takut kehilangan pekerjaan, takut tidak kebagian lapangan kerja.

Dan hampir semua orang tidak paham, REAKSI PRIMITIF CROC BRAIN TIDAK DAPAT DIHADAPI DENGAN DATA.

Silakan Anda berbusa-busa menyangking data satu becak dari sumber-sumber yang kredibel…, percumaaaa Saudara.

Kenapa? Karena data hanya bisa dicerna oleh Otak Modern, Neo Cortex, bukan Croc Brain.

Jadi, terjawab sudah keheranan Anda soal kebal data itu kan?

-000-

Lalu bagaimana menghadapinya?

Silakan Anda sajikan data, tidak masalah. Hanya saja sejak sekarang Anda musti membangun kesadaran, data tersebut tidak untuk mereka namun untuk memelihara kewarasan orang lain yang masih mengedepankan Neo Cortexnya untuk berpikir.

Itu target sebenarnya yang harus Anda bidik, bukan manusia yang mengedepankan croc brain nya untuk menanggapi beragam isu di depan mata.

Ulasan ini ditulis pertama kali oleh Haryoko R. Wirjosoetomo, 11 Juni 2018

Salam Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *