Makam Ki Ageng Pengging Sepuh Boyolali

Makam Ki Ageng Pengging Sepuh Boyolali

http://tajukonline.com – (19/5/2019) Ada rasa gembira ketika berkat pencarian yang dilakukan oleh Pak Jum maka saya bisa menemukan¬†Makam Ki Ageng Pengging Sepuh Boyolali yang nama “resminya” Makam Sri Mangkurung Prabu Handayaningrat Hing Pamungkas, atau Makam Ki Ageng Pengging Handayaningrat. Lokasi makam berada di wilayah Pengging Kamardikan, Banyudono, Boyolali.

Nama itu kembali menyegarkan ingatan masa muda pada seorang tokoh cerita berlatar sejarah bernama Mahesa Jenar yang memiliki sebuah ajian maha dahsyat, Sasra Bhirawa. Ki Ageng Pengging Sepuh adalah guru Mahesa Jenar, perwira pasukan pengawal raja yang mendapat anugerah gelar Rangga Tohjaya dan menjadi tokoh utama dalam buku “Nagasasra dan Sabuk Inten” karya SH Mintardja. Ki Ageng adalah juga ayah Kebo Kanigara, Kebo Kenanga, dan Kebo Amiluhur.

Bacaan Lainnya

Ketika saya sampai di depan makam ternyata pagarnya terkunci, namun berkat informasi seorang penduduk saya bisa menemukan rumah kuncen yang lokasinya tak jauh dari makam. Kuncen bernama Ki Narto Mudjiono itu sudah sepuh, lahir sebelum tahun 40-an, dan pendengarannya sudah banyak berkurang. Namun Ki Narto tampak memiliki kepercayaan diri yang besar, dan punya gaya tersendiri dalam berbicara.

Gapura makam dan pintu pagar yang masih digembok, yang baru dibuka setelah saya mengajak Ki Narto ke makam. Pada pilar tembok sebelah kanan ada tulisan “Makam Ki Ageng Sri Makurung Prabu Handayaningrat”. Makurung atau Mangkurung, entah mana yang benar. Ketika saya meminta ia bercerita tentang makam ini, Ki Narto menjawab dengan sangat hati-hati dan sedikit menegang eskpresinya. Dikatakannya bahwa ia tak ingin apa yang disampaikan olehnya dianggap sebagai sebuah kebenaran, namun hanya merupakan pendapat pribadinya berdasar kisah yang ia terima, karena orang lain bisa memiliki pendapat berbeda.

Menurut riwayat, Pangeran Handayaningrat menikah dengan Retno Pembayun, puteri sulung Brawijaya Pamungkas atau Brawijaya V, Raja terakhir Majapahit. Dari perkawinan itu lahir Kebo Kanigara, Kebo Kenanga, dan Kebo Amiluhur. Sumber lain menyebut ia memiliki lima anak, yaitu Retno Pandan Kuning, Retno Pandansari, Kebo Kanigara, Kebo Kenanga, dan Kebo Sulastri. Wikipedia menyebut nama asli Ki Ageng Pengging Sepuh adalah Sharif Muhammad Kebungsuan, putra bungsu Sayyid Husein Jumadil Kubro dengan Putri Jauhar dari Kerajaan Muar Lama, Malaysia. Muhammad Kebungsuan konon pendiri Kerajaan Maguindanao di Filipina. Namun ada pula sumber yang menyebut nama aslinya adalah Jaka Sengara.

Pangeran Handayaningrat adalah kepala tanah perdikan Pengging dan dikenal sebagai Ki Ageng Pengging Sepuh setelah ia wafat dan Ki Kebo Kenanga menggantikannya dengan julukan Ki Ageng Pengging. Ki Ageng Pengging Sepuh tewas tertusuk keris Sunan Ngudung, ayah Sunan Kudus, pada perang antara Demak dan Majapahit. Sunang Ngudung kemudian tewas oleh Adipati Terung. Mungkin karena Ki Ageng Pengging Sepuh tewas terkena racun warangan keris, maka Mahesa Jenar dikisahkan oleh SH Mintardja sebagai sosok yang kebal segala macam racun, yang paling kuat sekalipun. Itu karena ia telah mendapat sari pati bisa ular Gundala Seta dari Ki Ageng Sela, sahabatnya yang bisa menangkap petir itu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *