Imlek Tanpa Hujan dan IKN yang Amsyong?

Oleh : Ahmad Khozinudin

Imlek bukan hanya identik dengan angpao, tetapi juga identik dengan hujan. Etnis Tionghoa akan merasa bahagia, jika perayaan Imlek diliputi hujan yang deras, atau hujan rintik yang tiada henti.

Bacaan Lainnya

 

Entah ada kesamaan darimana, hujan diperlambangkan dengan rezeki. Tak ada hujan berarti tak ada rezeki.

 

Hampir mirip dengan keyakinan dalam Islam. Malaikat pembagi rezeki itu ditamsilkan juga dengan malaikat pembagi hujan. Sebab, hujan adalah simbol rezeki.

 

Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili yang jatuh pada hari Selasa 1 Februari 2022 kemarin, boleh jadi adalah Imlek paling apes (Amsyong).

 

Shio Harimau yang diyakini memberikan kejutan, justru bisa jadi kejutan yang tak menggembirakan. Bahkan, boleh jadi menjadi tahun keapesan.

 

Sebabnya, kemarin Sepanjangan hari sejak pagi hingga sore dan malam hari Jakarta dan sekitarnya tidak terjadi hujan. Bahkan mendung pun tidak. Jakarta adalah barometer kesejahteraan umum wilayah lain di Indonesia.

 

Entah, apakah wilayah lainnya mengalami hujan atau tidak, yang jelas kondisi Jakarta dan sekitarnya melambangkan kondisi yang amsyong. Tanpa hujan di hari Imlek, itu alamat apes. Namun apa hubungannya dengan proyek IKN ?

 

Ada kemungkinan besar proyek IKN akan batal, setidaknya untuk rencana di tahun 2022 ini tidak akan tereksekusi sesuai rencana. Nomenklatur anggaran IKN belum ada di APBN 2022.

 

Sri Mulyani yang mau mengalokasikan dana dari PEN buru-buru mengurungkan niatnya karena takut di penjara. Sebab, akan ada potensi kerugian keuangan negara melalui tindakan perbuatan melawan hukum atau menyalahgunakan anggaran PEN.

 

Lantas, apa hubungannya Proyek IKN batal dengan amsyong ? Jawabnya, jika proyek IKN batal atau setidaknya mangkrak seperti proyek reklamasi pantai Utara atau proyek Meikarta, tentulah sejumlah perusahaan yang ngalap berkah dalam proyek IKN juga akan rugi. Dan bukankah perusahaan yang terlibat kebanyakan milik etnis Tionghoa ?

 

Jadi, mungkin saja akan banyak pengusaha etnis Tionghoa yang apes gegara batalnya proyek IKN. Apalagi, kian hari rakyat Indonesia semakin menyadari proyek IKN hanya akan menguntungkan oligarki.

 

Imlek tanpa hujan, itu sangat menyedihkan. Akankah sedih itu berimbas pada batalnya proyek IKN ?

 

*)Penulis:  Sastrawan Politik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *