Jajanan Jawa Jadul Yang Bikin Kamu Rindu Kampung Halaman

JAJANAN || TAJUKONLINE – Berbicara tentang nostalgia, tentunya enggak akan jauh dari film, lagu, gaya busana, atau permainan. Namun, di antara keempat hal itu, ada satu hal yang juga bisa bikin Anda kembali mengingat masa kecil dan zaman dulu, yakni jajanannya.

Setiap zaman tentu memiliki jajanan yang populer di masanya, namun jajanan-jajanan yang populer di zaman tersebut tentunya akan tergeser dan tergantikan oleh jajanan kekinian lain.

Bacaan Lainnya

Kendati begitu, ada juga beberapa jajanan jadul yang masih eksis meski makanan kekinian menjamur di masyarakat. Untuk kembali mengenang masa kecilmu, berikut 7 jajanan jadul yang bisa bikin kamu rindu dan bernostalgia.

1. Kue rangi

Jajanan jadul pertama yang pernah populer di era 90-an adalah Kue Rangi. Kue berbahan dasar tepung sagu dan kelapa parut ini biasa dijajakan oleh penjual dengan gerobak dorong. Kue Rangi bercita rasa manis serta gurih, dan umumnya disajikan dengan olesan pasta gula merah atau gula pasir yang ditabur.

2. Gethuk

Gethuk merupakan jajanan pasar khas Jawa yang terbuat dari singkong. Gethuk biasanya dijajakan dengan bermacam varian warna, seperti putih, coklat, merah muda, atau hijau, dan disajikan dengan parutan kelapa di atasnya.

3. Kue Puthu Dan Klepon

Kue putu dan klepon merupakan dua makanan jadul yang tidak dapat terpisahkan. 2 jajanan ini biasanya dijual bersamaan. Terdapat beberapa kesamaan pada dua jajanan ini, yakni sama-sama terbuat dari tepung beras ketan yang diisi gula jawa dan ditaburi parutan kelapa.

Bedanya, jika klepon berbentuk bulat seperti bola salju, kue putu berbentuk tabung karena umumnya dicetak dengan batang bambu.

4. Cenil

Sama seperti gethuk, cenil merupakan salah satu jajanan pasar yang populer di pulau Jawa. Berasal dari Kebumen, jajanan kenyal satu ini terbuat dari tepung kanji dan disajikan dengan taburan kelapa parut serta gula pasir di atasnya.

5. Clorot

Clorot merupakan jajanan manis berbentuk kerucut yang berasal dari pulau Jawa. Jajanan yang dibungkus dengan janur kuning ini terbuat dari gula merah, tepung beras, dan santan. Meski rasanya enak, clorot sudah jarang ditemui di pasar-pasar tradisional.

6. Es gabus

Memiliki rasa yang tidak terlalu manis, bertekstur lembut, dan dijual murah meriah, enggak heran jajanan satu ini cukup populer di tahun-90an. Meskipun demikian, es yang terbuat dari tepung hunkwe yang dibekukan ini perlahan mulai jarang terlihat karena tergantikan oleh jajanan es yang lebih kekinian.

7. Es potong

Es potong atau yang biasa dikenal dengan es lilin umumnya dijajakan berkeliling dengan sepeda oleh sang penjual di tempat-tempat tertentu, seperti pasar, sekolah, atau lapangan.

Jajanan yang sudah mulai jarang terlihat ini dijual dengan beragam varian rasa, seperti cokelat, durian, stroberi, kacang hijau, dan lain-lain.

Uniknya dalam penyajiannya, es satu ini tidak ditusuk menggunakan stik es krim sebagai pegangannya, melainkan dengan batang kayu atau bahkan sumpit kayu.

Tagid

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.