Banyaknya Tuduhan Ke Otoriterisme Prabowo – Gibran, Berikut Penjelasan Ketua Projo Bojonegoro

Bojonegoro || TAJUKONLINE – Isu otoriterisme yang di alamatkan kepada prabowo dan gibran sangat tidak mendasar dan salah besar, dengan munculnya Prabowo dan gibran Sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden 2024, adalah simbol generasi tua dan generasi muda yang bersatu menyongsong era revolusi digital 3.0. untuk keberlangsungan Republik indonesia menyongsong Indonesia emas. Bojonegoro 21/12/2023, Provinsi Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikqqan oleh Mustakim selaku Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Projo Bojonegoro, rival yang melempar wacana Otoriterisme terhadap prabowo dan gibran mereka belum siap kalah dalam pertarungan Demokrasi 2024, Demokrasi saat ini berjalan dengan baik, meskipun ada oknum oknum Partai, yang bermanufer melakukan intimidasi ke relawan relawan Prabawo dan gibran, salah satu contoh kejadian di pati jawa tengah sekumpulan masa konvoi dan memprovokasi masa nya Kaesang yang sedang konsulidasi dan ngopi bareng, hal tersebut mencederai demokrasi dan menunjukan otoriterisme.

Bacaan Lainnya

“Siapa sebenarnya yang otoriter siapa dan siapa yang tidak bisa menerima perbedaan, saat ini adalah rakyat butuh kenyamanan dalam memilih dan menyampaikan pendapat, kita sudah tidak memandang masa lalu, tapi butuh masa depan yang baik dan lebih baik” ungkapnya.

Imbuhnya, Indonesia saat ini dalam kondisi yang tidak menentu, dan butuh pemimpin yang tegas seperti Jokowi, pemimpin yang tanpa banyak bicara tapi bekerja, pemimpin muda yang bisa membaca peluang peluang 15 tahun kedepan, apakah ini otoriterisme, ini saya kira harapan semua rakyat indonesia bukan hanya saya semata.

“Kalau pemerintahan jokowi otoriter demokrasi tidak bisa berjalan dengan baik, pembangunan hanya di kuasai perdaerah dan per kelompok, dari 9 tahun lebih pembangunan dari sabang sampai merauke, pembangunan sangat merata, dan dana desa jalan terus, bantuan berbasis kemiskinan jalan terus apakah ini otoriterisme, yang bilang otoriterisme, hanya orang orang yang belum move on, munculnya prabowo dan gibran yang tag line nya melanjutkan karya karya jokowi” jelasnya.

Disingung dengan projo yang tegak lurus dengan Presiden Joko widodo, Mustakim menegaskan apakah salah, idealisme projo di Joko widodo, menurutnya tidak salah, meskipun ada beberapa partai menyatakan jokowi adalah kader partai dan mendukung calon partai yang di usung nya. Dan baginya tidak masalah dan ambil pusing, yang terpenting pembangunan yang telah dirintis oleh presiden Joko widodo harus di lanjutkan dan disempurnakan.

“Saya meyakini, Jokowi mendukung Prabowo dan gibran, bukan calon lain nya, meskipun saat ini prabowo dan gibran di rendahkan, di hinakan, di buly dan di fitnah,tenang saja, santai saja inilah demokrasi dan ujian calon Pemimpin Republik Indonesia”jelasnya.

Menurut lelaki yang mengabdi di projo kurang lebih 10 tahun, bagi nya tidak masalah dan hal tersebut bagian dari demokrasi, meskipun hal tersebut semua bisa terjadi, namun projo selalu tegak lurus dengan jokowi dan kriteria kepepimpinan ada di Prabowo dan gibran.

“Kami memutuskan pilihan tidak membabi buta, kami memutuskan dengan hati dan pikiran rasional,Indonesia butuh orang baik,orang jujur, dan orang tegas serta tidak banyak bicara, simbol ada di Prabowo dan Gibran”Pungkasnya.

AGUS – TAKIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *