Operator SPBU Selewengkan Solar Subsidi, Untung Rp 2 Juta Sehari

PALEMBANG || TAJUKONLINE – Seorang operator di sebuah SPBU di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan ditangkap polisi karena terlibat penyelewengan ribuan liter solar subsidi, hingga meraup keuntungan Rp 2 juta dalam sehari.

Praktik curang ini terungkap setelah Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Selatan memergoki sang operator IZ (24)IZ bersama HC (35) yang adalah sopir mobil boks, pada Senin (8/1/2024).

Bacaan Lainnya

Kapala bidang Humas Polda Sumsel Kombes Pol Sunarto mengatakan, sebelumnya petugas melakukan penyelidikan di salah satu SPBU Kabupaten Banyuasin karena adanya pembelian solar secara berulang.

Berdasarkan hasil penyelidikan itu, polisi mendapati fakta mobil yang dikemudikan HC tersebut dapat membeli solar secara berulang.

Petugas kemudian melakukan penangkapan dan mendapati adanya baby tank kapasitas 1.000 liter di dalam mobil Mitsubishi Colt tersebut.

“Setelah kami periksa, ternyata HC ini bekerjasama dengan IZ yang merupakan operator, sehingga IZ juga kami tangkap,” kata Sunarto, Rabu (10/1/2024).

HC bisa mendapatkan solar subsidi di SPBU dengan menggunakan barcode My Pertamina. Meski hanya satu kode, HC tetap bisa membeli solar karena bekerjasama dengan IZ. “IZ ini setiap membeli 100 liter solar dapat Rp 20.000 dari HC, ini dilakukan agar bisa mengisi berulang-ulang,” ujar dia.

Menurut Sunarto, tersangka HC merupakan sopir yang mendapatkan upah dari pelaku lain inisial HD sebagai pemilik. HD memberikan upah kepada HC Rp 250.000 setiap membeli 100 liter solar.

“HD ini masih kami kejar, termasuk di SPBU mana saja pelaku mendapatkan solar,” ungkap Sunarto. Sementara itu, tersangka IZ mengaku bisa mendapatkan uang Rp 2 juta per hari dalam aksi ini.

Uang itu menurut IZ dikumpulkan untuk dibagi kepada para karyawan SPBU yang lain.

“Kami ada empat orang shift pagi dan empat orang shift sore, hasilnya itu nanti dibagi rata,” kata IZ.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dikenakan ketentuan Pasal 55 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara dan denda maksimal Rp 60 miliar.

RERD

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *