Supaya Wisatawan Tak Kapok, Pembukaan Ancolnya Kebumen Ditunda

 

KEBUMEN || TAJUKONLINE – encana pembukaan destinasi wisata Pandan Kuning Park dipastikan meleset dari target. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen memutuskan untuk menunda prosesi pembukaan karena dianggap masih butuh waktu menyangkut penataan fasilitas.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kebumen Sri Kuntarti menyampaikan, pihaknya memilih urung membuka destinasi wisata tersebut karena memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung. Penyempurnaan sarana dan prasarana wisata hingga kini terus dikebut seiring pembukaan tempat wisata mundur dari jadwal.

“Masih fokus penataan dan penyempurnaan fasilitas yang ada. Harapannya pengunjung tidak kapok ya,” katanya, Minggu (28/1).

Sri menyebut, Pandan Kuning Park akan dibuka pada 31 Januari 2024, atau meleset lima hari dari rencana awal pembukaan. Perpanjangan penutupan sementara ini dimanfaatkan untuk pembenahan fasilitas berbasis teknologi. Antara lain fokus pada pemasangan kamera pengawas atau CCTV, jaringan wifi serta persiapan pemberlakuan e-ticketing.

Tak hanya itu, sebagian wahana rekreasi di lokasi wisata plat merah tersebut juga masih belum berfungsi optimal. Pemkab khawatir jika seluruh fasilitas tak siap digunakan, akan berpengaruh pada minat kunjungan wisata. “Awalnya ditutup sampai 26 Januari. Tapi memang perbaikan belum selesai, masih butuh perpanjangan lagi,” ungkapnya.

Selain melakukan penyempurnaan fasilitas, Pemkab Kebumen melalui Disparbud juga sedang fokus menyiapkan tenaga penunjang. Sri menyebut, setidaknya ada 32 tenaga penunjang yang disiapkan untuk bertugas di Pandan Kuning Park.

“Sudah ada pembinaan petugas. Masing-masing 20 untuk kebersihan dan 12 petugas kemananan,” kata Sri.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menjelaskan, Pandan Kuning Park didesain layaknya miniatur Ancol di Jakarta. Sejauh ini terdapat 10 wahana permainan yang segera dapat dinikmati masyarakat. Selain itu, terdapat fasilitas pendukung seperti tempat parkir representatif, kafe dan resto hingga musala.

Pemkab juga telah menentukan harga tiket perdana. Di hari biasa, pengunjung rencananya akan ditarik tiket Rp 10 ribu per wahana. Sedangkan pada akhir pekan naik menjadi Rp 15 ribu. “Paket tiket terusan hari biasa Rp 50 ribu untuk satu orang dan semua wahana,” katanya.

Arif mengatakan, Pandan Kuning Park berada di jalur strategis karena berdekatan dengan jalan nasional di pinggir pantai selatan. Bahkan jarak antara Bandara YIA Yogyakarta ke lokasi berkisar hanya satu jam. Destinasi wisata ini juga berdampingan langsung dengan kawasan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen atau Shrimp Estate yang beberapa waktu lalu diresmikan Presiden Joko Widodo.

Arif berharap, keberadaan Pandan Kuning Park mampu meningkatkan pendapatan daerah serta berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pemkab, kata Arif, berencana membuat konsep wisata di pesisir selatan secara terintegrasi.

“Nantinya menjadi ikon dari wisata Kebumen yang terintegrasi dengan wisata lain di sisi selatan,” paparnya.

RED

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *